ranting pepohonan berlambay di hembus angin kemesraan
ku tatap dalam-dalam sinar rembulan yang tinggal separuh itu
langit kelabu menjadi hijab separuh sinarnya
ku jelajahi malam-malam bersama semilir angin
yang menusuk kulit tubuh seorang insan,
bayangan wajah gadis paru baya ku temukan di media itu masih melintas
sungguh jejaknya tak bisa ku hapus begitu saja
Oh Sampai begitukah ganasnya api asmara di batinku
hingga biasnya melumpuhkan pelupuk mata
sampai saat ini hanyalah tarian ranting pohon menjadi musik malamku,
semilir angin mengelus mesra tubuhku,
panorama langit menjadi penghibur tatapanku,
serangga malam menjadi teman sejatiku.
Az 17 12 18
#CelotehMalam
#####
Penulis juga menyediakan beberapa rubrik dan konten menarik lainya, bisa anda kunjungi dengan cara klik salah satu rubrik yang ingin anda telusuri di bawah ini :
Artikel
Opini
Puisi
Tips
Motivasi
Ubudiyah
Kisah Hikmah
Cerpen
Humor
Pantun
Ada beberapa rubrik atau halaman tambahan seperti Kalam Hikmah Dan Sajak santri
Jika ingin mengenal lebih mendalam tentang penulis silahkan kunjungi
Profil
Biodata Penulis

No comments:
Post a Comment