Torehan demi torehan sengaja penulis rangkai, sebagai bukti keberadaanya bahwa ia pernah singgah di bumi.

Wednesday, December 19, 2018

Sadarlah Wahai Rembulan


duhai rembulan
ungkapkan dengan sebenarnya
jika engkau tak mampu berbicara
tunjukkan melalui sinarmu

mungkinkah aku telah mengusik ketenanganmu
mencapuri segala gulaian asmaramu
bolehkah aku mengintip percakapan mesramu

malam ini pantulan sinarmu tak menggairahkan
meski sebenarnya kekagumanku begitu besar

duuh rembulan
tak mengapa aku tak kau hiarukan
entah itu sebenarnya ada sedikit harapan
biarkan cerita ini berakhir menyedihkan
tapi ingat tak ada ending dalam sebuah perasaan


Az 
19/12/18

Terimakasih telah sudi mengunjungi blog pena digital ini. Kontribusi anda seperti kritik dan saran penulis harapkan. sebagai pertimbangan untuk membantu membangun blog sederhana ini.
 
#####
Penulis juga menyediakan beberapa rubrik dan konten menarik lainya, bisa anda kunjungi dengan cara klik salah satu rubrik yang ingin anda telusuri di bawah ini :
Artikel
Opini
Puisi
Tips
Motivasi
Ubudiyah
Kisah Hikmah
Cerpen
Humor
Pantun

Ada beberapa rubrik atau halaman tambahan seperti Kalam Hikmah Dan Sajak santri

Jika ingin mengenal lebih mendalam tentang penulis silahkan kunjungi
Profil
Biodata Penulis
 

4 comments: