Seorang santri yang bernama abduh telah usai menempuh pendidikan di sebuah pesantren, berangkat berpamitan kepadan pak kiai. Abduh berniat meng usaikan pendidikanya karena mau bekerja untuk membantu orang tuanya. Saat menghadap pak kiai abduh dengan penuh abdi dan sopan santun menuturkan maksudnya. Hampir dari setiap perkataan yang di ucapkan di cerna baik-baik sebelum di lontarkan demi menjaga rasa ta'dim dan sopan santun seorang murid kepada seorang guru. Sebelum beranjak pulang abduh sempat meminta arahan untuk keberlangsungan hidupnya dengan niat mengharap barokah dari pak kiai. "Pak kiai mohon maaf sebelumnya, mmmm menurut jenengan pekerjaan apa yang layak dan pantas buat saya". Pak kiai mengangguk-ngangguk sambil meraba jenggotnya menanggapi pertanyaan abduh tadi. "Hmmz ya sudah kamu lanjutin saja profesi orang tuamu". Mendengar jawaban singkat dari dari gurunya itu abduh serentak kaget. Lantas bagaimana mungkin saya ngelanjutin profesi ayah, sedangkan ayah saya seorang pencuri. Gumam dalam hatinya. Fikiran abduh masih kurang pas seakan ada yang masih ingin ia sampaikan, namun abduh menahan diri, karena menjaga keta'diman dan kesopanan yang tak ingin membantah dan meragukan jawaban kiainya itu. Habis semua penuturan usai ia sampaikan, abduh pamit kepada pak kiai untuk beranjak pergi.
------------------------
Karena abduh seorang santri yang ta'at kepada gurunya dia mengikuti apa yang di arahkan pak kiai untuk melanjutkan profesi ayahnya. Di malam harinya abduh pergi ke sebuah rumah besar dan megah yang berada di pinggir jalan, kebetulan pintu rumah itu dalam keadaan terbuka. Abbduh langsung memanfaatkan waktu itu untuk melancarkan aksinya, namun di luar dugaan abduh ternyata waktu subuh sudah tiba, karena dari tadi dia tidak begitu memperhatikan persoalan waktu karena sibuk mengintai rumah mewah itu dari jarak jauh. Karena adzan subuh berkumandang penghuni rumah itu pada terbangun untuk menunaikan sholat subuh. Akhirnya langkah abduh di lihat oleh bapak dari dua anak gadis itu. "Heh siapa itu?". Suara bapak itu dengan lantang. " e e e anu pak maaf saya dari perjalanan jauh menuju pulang, tapi numpang mampir untuk sholat subuh". Sedikit gugup abduh mencoba meng elak.
"Oh mau sholat subuh sudah gak apa-apa, Adzan dulu".
"Baik pak". Abduh langsung beranjak adzan. mendengar suara adzan yang di kumandangkan abduh seluruh isi rumah ter perangai saling bertatapan tidak menyangka bahwa pemuda tadi memikiki suara merdu yang luar biasa. Karena suara merdunya tadi abduh diyakini mampu menjadi imam sholat subuh pada waktu itu. "Eh sudah nak kamu saja yang jadi imam". Perintah bapak itu. "Ya pak". Abduhpun langsung merapikan diri dan beranjak untuk menjadi imam sholat subuh berjama'ah. Disaat abduh menjadi imam dan selesai dengan bacaan doanya. Isi rumah di kejutkan untuk yang kedua kalinya, karena di luar dugaan, kalau pemuda yang berada di hadapanya fasih membacakan baca'an sholat dan tatacaranya sekaligus do'anya. Akhirnya abduh di minta agar dia sudi menjadi menantunya, dan di persilahkan memilih salah satu putrinya yang sama cantiknya dan sopan budi pekertinya untuk di jadikan istrinya. Karena bapak itu melihat abduh adalah laki-laki yang pas untuk menerima ahli warisnya dan mengurus segala usahanya. Abduhpun memilih salah satunya melalui sholat istikhoro, dan wanita bernama erna dialah yang hadir dalam mimpinya. Akhirnya mereka berdua menikah dan menjalin rumah tangga yang harmonis dan romantis.
HIKMAH :
Sekian cerita di atas dapat di petik hikmahnya, bahwa guru mempunyai segala cara untuk membantu mencapaikan apa yang di inginkan muridnya, karena pada hakikatnya tidak ada seorang guru yang akan menjerumuskan muridnya. Jadi apabila status kita sebagai murid khususnya santri jangan pernah menghilangkan rasa hormat, ta'dim, ta'at kepada gurunya.
Terimakasih telah sudi mengunjungi blog pena digital ini. Kontribusi anda seperti kritik dan saran penulis harapkan. sebagai pertimbangan untuk membantu membangun blog sederhana ini.
#####
Penulis juga menyediakan beberapa rubrik dan konten menarik lainya, bisa anda kunjungi dengan cara klik salah satu rubrik yang ingin anda telusuri di bawah ini :
Artikel
Opini
Puisi
Tips
Motivasi
Ubudiyah
Kisah Hikmah
Cerpen
Humor
Pantun
Ada beberapa rubrik atau halaman tambahan seperti Kalam Hikmah Dan Sajak santri
Jika ingin mengenal lebih mendalam tentang penulis silahkan kunjungi
Profil
Biodata Penulis

No comments:
Post a Comment