batu yang meghampar di sela himpitan dua gedung pagar
ku ingat saat injakan kaki penantian di atas pusaranmu
gelisah berkecamuk pasrah perasaan ini sungguh tersa gundah
ku lihat dia masih tercengang seakan tak percaya
ku ingat saat injakan kaki penantian di atas pusaranmu
gelisah berkecamuk pasrah perasaan ini sungguh tersa gundah
ku lihat dia masih tercengang seakan tak percaya
atas keberanian yang aku lakukan
Ku lihat senyuman wajahnya masih menimbulkan
Ku lihat senyuman wajahnya masih menimbulkan
bingkai pertanyaan
Ku lihat langkahnya gontay tak ter arahkan
Ku lihat dia betul melarutkan diri dalam perasaan
Ku lihat dia menghelaykan nafas panjang
Ku lihat langkahnya gontay tak ter arahkan
Ku lihat dia betul melarutkan diri dalam perasaan
Ku lihat dia menghelaykan nafas panjang
membuang jati diri yang tak sanggupan
Pada saat itu pula ku pertaruhkan suara yang gemetar
Pada saat itu pula ku pertaruhkan suara yang gemetar
dengan sekacup kata "hanya ini yang bisa ku berikan".
Az
sampang 11/12/18
Terimakasih telah sudi mengunjungi blog pena digital ini. Kontribusi anda seperti kritik dan saran penulis harapkan. sebagai pertimbangan untuk membantu membangun blog sederhana ini.
#####
Penulis juga menyediakan beberapa rubrik dan konten menarik lainya, bisa anda kunjungi dengan cara klik salah satu rubrik yang ingin anda telusuri di bawah ini :
Artikel
Opini
Puisi
Tips
Motivasi
Ubudiyah
Kisah Hikmah
Cerpen
Humor
Pantun
Ada beberapa rubrik atau halaman tambahan seperti Kalam Hikmah Dan Sajak santri
Jika ingin mengenal lebih mendalam tentang penulis silahkan kunjungi
Profil
Biodata Penulis

No comments:
Post a Comment