Aku tahu, tangis itu tak mesti aku jatuhkan
Tidak semestinya aku membuang airmataku sia-sia
Betapa sadarku, ketika rintik hujan masih setengah menetes
Dedaunan pun telah mengigil dalam dekapan kuyup
Rasaku bagai sebuah labirin, entah kapan waktu
mempertemukan rasa itu untuknya
Mungkinkah sanggup itu ada?
Sedang diri ini penuh lara, yang belum kelar hingga
tenggelamnya sang mega
Aku takut, takut jika mata ini tidak mampu terbuka lagi, dan
aku tak ingin ada tangis untuknya
Andai waktu bisa aku lipat, andai jarak bisa aku dekap,
mungkin tidak ada ketakutan bagiku
Bila masih boleh, aku semogakan ada sebuah pertemuan
walau semenit, itu sudah cukup bagiku....
Mallicha Elyzabeth
Melbourne, 181124
Terimakasih telah sudi mengunjungi blog pena digital ini. Kontribusi anda seperti kritik dan saran penulis harapkan. sebagai pertimbangan untuk membantu membangun blog sederhana ini.
#####
Penulis juga menyediakan beberapa rubrik dan konten menarik lainya, bisa anda kunjungi dengan cara klik salah satu rubrik yang ingin anda telusuri di bawah ini :
Artikel
Opini
Puisi
Tips
Motivasi
Ubudiyah
Kisah Hikmah
Cerpen
Humor
Pantun
Ada beberapa rubrik atau halaman tambahan seperti Kalam Hikmah Dan Sajak santri
Jika ingin mengenal lebih mendalam tentang penulis silahkan kunjungi
Profil
Biodata Penulis

No comments:
Post a Comment